Proses dan Manfaat Pengolahan Air pada Properti

  • Post Author:
  • Post Category:Blog
  • Post Comments:0 Comments

Bagi para pengelola properti, building management merupakan salah satu hal utama yang harus diperhatikan, sebab sangat berpengaruh terhadap layanan kepada konsumen. Termasuk di dalamnya adalah mengenai penyediaan kebutuhan air bersih. Selain karena air menjadi kebutuhan utama bagi konsumen, penyediaan air ini juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Untuk itu setiap pengelola properti wajib melakukan pengelolaan air yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu peraturan yang memuat tentang air bersih adalah Permenkes No. 32 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum.

Nah, untuk bisa menerapkan pengolahan air yang optimal pada properti, maka harus memperhatikan proses instalasi yang dilakukan di awal. Pihak properti perlu memahami proses yang baik dalam pengolahan air, sehingga dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Sebagai pemahaman awal, berikut adalah proses yang biasa dilakukan dalam instalasi pengolahan air:

1. Koagulasi

Merupakan proses kimia fisik dari pencampuran bahan koagulan ke dalam aliran limbah dan selanjutnya diaduk cepat dalam bentuk larutan tercampur, hal ini untuk destabilitasi partikel koloid, yang bertujuan untuk sedimentasi dan filtrasi sehingga dapat memisahkan partikel dari air limbah. Destabilasi merupakan pengurangan potensial elektrostatis yang terjadi dalam proses koagulasi.

2. Flokulasi

Merupakan proses fisika, yaitu ketika air yang terpolusi diaduk untuk meningkatkan tumbukan  interpartikel yang memacu pembentukan partikel-partikel besar sehingga dalam waktu 1-2 jam partikel-partikel tersebut akan mengendap. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penggabungan flok-flok yang telah dibibitkan pada proses koagulasi.

3. Sedimentasi

Merupakan proses pemisahan solid liquid menggunakan pengendapan secara gravitasi untuk menyisihkan suspended solid. Biasanya digunakan untuk proses penyisihan lumpur setelah koagulasi, sebelum proses filtrasi. Selain itu, juga digunkan dalam pengendalian partikel di udara.

4. Filtrasi

Merupakan suatu proses pemisahan zat padat dari fluida (cair maupun gas) yang menggunakan suatu medium berpori atau bahan berpori lainnya untuk menghilangkan sebanyak mungkin zat padat halus yang tersuspensi dan koloid. Proses ini digunakan untuk mereduksi zat padat, kandungan bakteri, menghilangkan warna, rasa, bau, besi dan mangan yang terdapat dalam air.

5. Desinfeksi

Merupakan metode untuk membunuh mikroorganisme yang tidak dikehendaki berada dalam air, seperti bakteri patogen sebagai penyebab berbagai penyakit. Bahan kimia yang digunakan dalam proses desinfeksi adalah senyawa kelompok halogen.

Semua proses yang dilakukan dalam pengolahan air, tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil pengolahan air yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen. Secara umum, berikut adalah manfaat dalam menerapkan instalasi pengolahan air bagi properti:

1. Menambah nilai jual properti

Dengan menerapkan instalasi pengolahan air, properti memiliki nilai jual kepada konsumen karena dapat memberikan jaminan kepada konsumen untuk mendapatkan layanan air bersih.

2. Memenuhi persyaratan pengolahan air sesuai dengan peraturan pemerintah

Sesuai dengan Permenkes 32 tahun 2017, bahwa pengelola properti wajib menjamin kualitas air untuk keperluan higiene sanitasi yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan

3. Menghemat biaya pengeluaran kebutuhan air

Penerapan instalasi pengolahan air tentu saja dapat menghemat biaya pemenuyhan kebutuhan air, karena tidak perlu menggunakan pihak ketiga

4. Mengelola air limbah untuk proses pembuangan 

Meski untuk pembuangan air limbah, tetap ada ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu baku mutu air limbah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 tahun 2015 tentang Baku Mutu Air Limbah. Hal ini perlu dilakukan supaya proses pembuangan air limbah tersebut tidak mencemari lingkungan. 

5. Mengelola air untuk dimanfaatkan kembali

Water recycling atau mendaur ulang air merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam, mengingat persediaan air yang kemungkinan cukup sulit untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pada masa depan.

Jadi, memang penerapan instalasi pengolahan air sudah menjadi kebutuhan utama saat ini. Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan properti Anda mengenai implementasinya. Mari mengelola air dengan baik, sebagai bagian dari upaya menjaga air untuk masa depan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui Whatsapp, telepon, ataupun email.

Leave a Reply