Mengelola Greywater Rumah Tangga

Runah tangga

Kenalan Yuk! Siapa sih GreyWater ini.

Mengolah Greywater Rumah Tangga –  Greywater itu sendiri adalah limbah cair domestik yang terpisah dengan limbah dari toilet/kakus (black water). Greywater berasal dari bekas air mandi dari buth up/shower/atau bak mandi, air bekas mencuci pakaian baik dari mesin cuci atau ember-ember cucian, dan air bekas aktifitas dapur rumah tangga, gedung-gedung perkantoran maupun sekolah (Erickson dkk, 2002).

Greywater dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif guna mengatasi defisit air di wilayah perkotaan. Hasil olahan greywater dapat dimanfaatkan untuk keperluan non-potable seperti menyiram tanaman, membilas toilet, mencuci kendaraan, dan kebutuhan out door lain. Pemilihan teknologi pengolahan tergantung pada tujuan pemanfaatan hasil olahan, biaya, dan lahan yang tersedia. Manfaat lain dari pengolahan greywater adalah mengurangi volume limbah cair yang masuk ke sistem drainase kota dan menciptakan ekologi sanitasi kota yang berkelanjutan.

Menurut data status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2002, tidak kurang dari 400.000m3 / hari limbah rumah tangga di buang langsung ke sungai dan tanah, tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Untuk itu olah lah limbah rumah tangga dengan teknik ekstensif atau bisa dengan sistem tanah basah buatan.

Berikut Penjelasannya:

Teknologi ekstensif (constructed wetlands) merupakan teknologi yang menirukan proses alami dalam mengolah limbah yaitu memadukan unsur tanah, pasir, kerikil, dan tanaman air (lihat artikel Amankah Alat Pemurni Air (Water Purifier)? atau sistem tanah basah / rawa buatan dengan memanfaatkan tanaman/ vegetasi, air dan mikroorganisme, sehingga air yang terolah dapat digunakan kembali untuk kebutuhan non-potable.  Kelebihan lahan basah buatan adalah mengolah greywater dengan menciptakan estetika lingkungan, yang dikenal dengan istilah ecosan (ekologi sanitasi).

Lalu bagaimanakah caranya?

Pengolahan Greywater sederhana adalah membuat bak filter organik dirumah kita, sehingga limbah rumah tangga tidak langsung di buang ke tanah atau saluran air yang merusak lingkungan. Caranya menyalurkan air bekas cucian dan mandi menuju bak-bak filter yang disusun bertahap. Khusus untuk bekas cucian piring gelas terlebih dahulu masuk ke bak penangkap lemak. Bak filter tersebut dapat kita isi Pasir, Tanah, dan Tanaman penyaring seperti Enceng Gondok, Kiambang dan Kangkung.

Khusus Kiambang dan Kangkung memiliki potensi untuk menjernihkan air limbah rumah tangga secara alami, tetapi Kangkung memiliki kemampuan lebih cepat dalam menjernihkan air limbah rumah tangga daripada tanaman Kiambang. Tetapi ini tidak untuk di minum ya!

Selain itu dengan Kiambang dan Kangkung, bau yang tidak sedap bisa berkurang sehingga mengurangi polusi air. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi dampak dari Limbah Rumah Tangga.

This Post Has One Comment

Leave a Reply