Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga: Grey Water dan Black Water

cara mengolah air limbah rumah tangga
5 cara mengolah air limbah rumah tangga

Air Limbah – Pengetahuan tentang limbah memang tidak terlalu mudah didapatkan oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan limbah rumah tanggayang saat ini banyak ditemukan di sekitar tempat pemukiman. Padahal air limbah tersebut merupakan jenis yang paling banyak ditemukan dan mencemari lingkungan. Hal ini umumnya terjadi pada wilayah yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Contohnya seperti yang dialami oleh DKI Jakarta. Per tahun 2020 ini saja ada sekitar 7.600 ton limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya. Tidak hanya itu, sejak terjadinya pandemi yang berpusat di Ibukota, terdapat lonjakan limbah berupa sisa penggunaan masker yang berbahaya dan tersebar di wilayah pemukiman. Perlu Anda ketahui limbah masker termasuk dalam jenis B3 yang membutuhkan penanganan khusus, tidak boleh bercampur dengan limbah lainnya. Sehingga peran aktif warga untuk memisahkan limbah sangat diperlukan.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa limbah rumah tangga yang dapat Anda temukan di sekitar pemukiman atau industri tertentu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • –        Grey water, merupakan limbah non-kakus yang berasal dari aktivitas memasak dan mencuci di rumah pemukiman atau industri.
  • –        Black water, merupakan limbah kakus yang terdiri dari kotoran manusia dan hewan.

Oleh karena itu, penting rasanya agar Anda mengetahui bagaimana cara mengolah air limbahgrey water dan black water yang tepat untuk wilayah pemukiman dan perusahaan di industri tertentu. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah

Khusus untuk Anda yang bekerja di beberapa industri yang menghasilkan air limbahyang berasal dari air sabun, minyak, dan limbah sejenis yang termasuk ke dalam kategori grey water, maka cara terbaik yang perlu dipertimbangkan adalah dengan memasang sistem pengolahan air limbahterpadu. Dengan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Anda dapat memisahkan zat berbahaya yang terkandung di dalam  limbah dan memanfaatkan air hasil pengolahan untuk berbagai kebutuhan.

Adika Tirta Daya juga menyediakan jasa pemasangan IPAL tersebut dengan harga yang terjangkau. Anda tidak perlu bingung dengan proses pemasangan hingga maintenance, karena semuanya telah disediakan.

  • Beralih dari Penggunaan Deterjen Konvensional

Saat ini, limbah cair yang berasal dari air sabun yang dihasilkan deterjen masih menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan, khususnya pada ekosistem laut dan sungai. Berbeda dengan air limbah lainnya, sisa penggunaan deterjen untuk sabun dan mandi menghasilkan limbah grey water yang ternyata dapat merusak saluran pembuangan karena mengandung Volatile Organic Compound (VOC).

Oleh karena itu, ada baiknya Anda membatasi penggunaannya. Anda dapat mencoba untuk beralih menggunakan sabun berbahan organik, yang kini juga sudah mulai banyak diproduksi atau dengan membuat sendiri larutan dari bahan-bahan seperti baking soda, cuka atau bahan lainnya juga disarankan, karena lebih aman untuk lingkungan.

  • Mengubah Limbah Minyak Menjadi Energi

Limbah rumah tanggalain yang tidak kalah banyaknya di lingkungan adalah limbah sisa penggunaan minyak goreng (disebut pula minyak jelantah) untuk kebutuhan memasak. Menurut penelitian dari kelompok peneliti di Makassar, setidaknya ada 60.000 liter limbah minyak goreng yang dibuang begitu saja melalui saluran air atau got setiap hari. Jumlahnya tersebut baru yang terdapat di Makassar saja, bayangkan jika seluruh wilayah di Indonesia menghasilkan limbah serupa.

Untuk menanggulanginya, Anda dapat mengolah air limbah yang termasuk dalam kategori grey water tersebut menjadi sumber energi terbarukan. Sisa limbah tersebut dapat diubah menjadi biodiesel yang dapat digunakan untuk kebutuhan mesin industri atau transportasi. Biaya yang dibutuhkan juga lebih terjangkau, karena memanfaatkan limbah yang mengendap.

  • Menanam Tumbuhan Air pada Saluran Drainase

Pencemaran pada saluran drainase atau selokan dapat dikurangi dengan menanam berbagai tanaman air yang dapat menyerap zat polutan yang terkandung pada air sisa pembuangan. Tumbuhan seperti bunga cokelat, lidi air, bunga ungu, dan melati air tidak hanya terlihat cantik di pekarangan, tetapi juga dikenal ampuh untuk mengurangi bau akibat air limbahsisa kotoran (black water). Selain itu, tanaman ini juga bisa menyerap amonia yang berbahaya untuk lingkungan.

  • Menggunakan Biofilter untuk Pemukiman

Biofilter merupakan cara mengolah air limbah yang cocok diterapkan untuk wilayah pemukiman, khususnya untuk limbah grey water dan black water. Anda hanya membutuhkan tangki reaktor yang telah diisi dengan pecahan batu (gravel) dan batu apung yang telah dilekatkan dengan mikroorganisme untuk pengolahan air limbah melalui sistem aerob dan anaerob, kemudian dilanjutkan dengan pengendapan pada bak yang telah terisi dengan klor untuk menghilangkan zat berbahaya yang masih tersisa.

Setelah melalui proses tersebut, nantinya hasil pengolahan akan dialirkan ke saluran pembuangan dengan menggunakan pompa sirkulasi menuju selokan. Cara ini cukup efektif untuk wilayah padat penduduk, karena sumber air di sekitar jadi tidak terganggu. Itulah tadi lima cara yang dapat Anda lakukan untuk mengolah air limbah yang dapat Anda lakukan untuk menekan terjadinya pencemaran lingkungan. Beberapa di antaranya bahkan bisa diterapkan pada wilayah pemukiman dengan biaya yang terjangkau. Kira-kira manakah yang berniat Anda coba kali ini? (Pradana)

Tinggalkan Balasan