Chemical yang Tepat pada Pengolahan B3 di Sektor Industri

Pengolahan B3 – Bagi industri yang menangani limbah, tentunya chemical atau cairan kimia yang tepat sangatlah dibutuhkan. Apalagi jika Anda berhubungan dengan limbah B3yang diketahui beracun dan berpotensi besar mencemari lingkungan. Tidak hanya itu, jika Anda sampai salah memilih chemical, nantinya perusahaan Anda juga akan ikut terpengaruh.

Contohnya seperti kasus dumping atau pembuangan limbah B3ilegal yang terjadi di Mojokerto pada bulan Januari 2020 yang lalu. Kasus ini menyeret 3 perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat dan mengakibatkan beberapa perusahaan tersebut berisiko dicabut izin usahanya. Limbah terbuang yang berbentuk sludge kertas dari perusahaan ini tidak hanya merusak lingkungan, tapi lokasi pembuangannya pun berada di sebuah desa yang ditinggali penduduk.

Oleh karena itu, agar kasus serupa tidak terjadi lagi, Anda memerlukan pengetahuan yang mendalam mengenai chemical yang berguna untuk pengolahan B3 di sektor industri. Tetapi sebelumnya Anda perlu mengetahui bahwa pengolahan limbah khususnya yang termasuk dalam kategori Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

  • Pengolahan biologi, dengan memanfaatkan bakteri dan mikroorganisme untuk mengurai limbah (bioremediasi) atau menggunakan tumbuhan untuk menyerap dan mengumpulkan zat beracun dari tanah (fitoremediasi). Jika Anda tertarik dengan jenis pengolahan ini, Adika Tirta Daya juga menyediakan layanan instalasinya. Klik di sini untuk selengkapnya.
  • Pengolahan termal, dengan menggunakan suhu tinggi agar bahan beracun dapat hancur sepenuhnya, tetapi dibutuhkan peralatan khusus untuk mencegah polusi.
  • Pengolahan fisik, dengan memanipulasi molekul dari limbah B3 dengan tujuan untuk mengurangi volume limbah.
  • Pengolahan kimia, dengan memanfaatkan cairan kimia tertentu agar terjadi pertukaran ion, oksidasi, dan reduksi limbah yang bertujuan menghilangkan zat beracun yang terkandung di dalamnya.

Setelah mengetahui beberapa cara pengolahannya, kini saatnya Anda mengetahui tentang chemical atau senyawa kimia yang dibutuhkan. Khusus untuk pengolahan B3 dengan proses kimiawi, terdapat beberapa cairan tertentu yang dibutuhkan agar limbah B3 dapat tereduksi dan diolah dengan sempurna. Beberapa cairan tersebut meliputi:

  1. Bahan Tambahan Aditif

Dalam pengolahan B3 di sektor industri, bahan aditif berguna untuk menurunkan kecepatan migrasi dari limbah yang akan diproses. Selain itu, penambahan aditif pada limbah B3juga juga bertujuan untuk mengurangi toksisitas atau kandungan racun yang terdapat di dalam limbah.

  • Larutan Kapur (Kalsium Hidroksida)

Chemical selanjutnya yang dibutuhkan untuk pengolahan limbah berkategori B3 adalah larutan kapur atau yang dikenal dalam industri kimia sebagai Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2). Cairan kimia ini biasanya dimanfaatkan saat proses netralisasi limbah yang bersifat asam agar pH air kembali normal dan tidak merusak lingkungan.

  • Soda Api atau Natrium Karbonat

Opsi chemical lain yang dapat digunakan untuk menurunkan sifat asam dalam pengolahan B3adalah dengan memanfaatkan soda api (NaOH) atau juga natrium karbonat (Na2CO3) yang keduanya dapat larut di dalam air. Perbedaan di antara keduanya adalah soda api termasuk dalam jenis basa logam kaustik sementara natrium karbonat berbentuk seperti garam.

  • Asam Sulfat

Jika limbah B3 yang akan Anda olah bersifat basa, maka chemical yang tepat untuk digunakan adalah asam sulfat (H₂SO₄). Senyawa kimia ini memiliki sifat korosif dan berbahaya untuk kulit manusia, tetapi sangat ampuh untuk menetralkan kadar pH dalam limbah. Sehingga sangat dibutuhkan untuk pengolahan B3.

  • Asam Klorida atau Asam Nitrat

Jenis senyawa kimia lainnya yang dapat Anda gunakan untuk pengolahan limbahberacun yang bersifat basa adalah asam klorida (HCl) atau asam nitrat (HNO3). Kedua senyawa ini memiliki sifat asam yang kuat, sehingga sangat ampuh untuk menetralkan sisa limbah yang bersifat basa.

  • Gas Karbon Dioksida

Selain menggunakan senyawa kimia cair, gas karbon dioksida (CO2) ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk menetralisir pH air limbah yang bersifat basa. Caranya adalah dengan memasukkan senyawa gas ini melalui bagian bawah tangki saat proses netralisasi sedang berlangsung.

Itulah beberapa jenis chemical atau senyawa kimia yang Anda butuhkan untuk pengolahan B3 di sektor industri. Perlu Anda ketahui, untuk setiap limbah dibutuhkan senyawa yang berbeda, sehingga pemilihannya harus dilakukan dengan cermat.

Jika Anda masih ragu mengenai cara pengolahan limbah yang tepat, Adika Tirta Daya juga dapat membantu Anda dalam pemasangan instalasi limbah yang sesuai bagi industri. Klik di sini untuk mengetahui layanan selengkapnya. (Pradana)

Tinggalkan Balasan