Apa Itu Sewage Treatment Plant? Fungsi, Cara Kerja & Komponennya

Sewage Treatment Plant (STP) adalah sistem pengolahan air limbah domestik yang berfungsi mengolah limbah dari toilet, kamar mandi, dapur, dan aktivitas lainnya agar aman sebelum dibuang ke lingkungan atau digunakan kembali. STP bekerja melalui beberapa tahapan pengolahan untuk mengurangi kandungan organik, padatan, bakteri, serta parameter pencemar seperti BOD dan COD. Sistem ini umum digunakan pada gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, kawasan perumahan, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas industri yang menghasilkan limbah domestik.

Dalam praktiknya, STP tidak hanya berfungsi menjernihkan air limbah, tetapi juga memastikan hasil pengolahan memenuhi standar kualitas sebelum dilepas ke lingkungan. Untuk memahami sistem ini lebih jauh, berikut penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, komponen, dan perawatan Sewage Treatment Plant.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini Adika Tirta Daya akan mengajak Anda untuk mengenal STP berikut dengan cara kerjanya, yang menjadi ujung tombak pengolahan limbah cair di Indonesia. Berikut adalah ulasan selengkapnya!

Apa itu Sewage Treatment Plant?

Sewage treatment plant adalah instalasi pengolahan limbah cair yang umumnya diperuntukkan untuk limbah domestik berupa kotoran dan hasil sisa cucian yang mengandung deterjen yang berbahaya untuk lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, sistem yang dimiliki STP dapat mengolah sisa produksi limbah cair yang jernih dan tidak lagi berbahaya bagi lingkungan.

Cara kerja STP melibatkan proses untuk menghilangkan kontaminan atau kandungan berbahaya di dalam limbah domestik atau rumah tangga yang dapat mengganggu ekosistem sekitar atau bahkan menghancurkan sebuah populasi makhluk hidup. Selain itu, semua bangunan yang menghasilkan limbah domestik seperti wilayah pemukiman, hotel, dan juga gedung perkantoran diwajibkan untuk memiliki instalasi STP yang sesuai standar.

Tujuan Penggunaan Sewage Treatment Plant

Setelah mengenal sewage treatment plant, selanjutnya Anda perlu mengetahui tujuan dari digunakannya sistem STP dalam pengolahan limbah cair dari rumah tangga. Beberapa tujuan tersebut meliputi:

  • Meminimalisir atau menghilangkan kandungan organik yang terkandung di dalam air, seperti BOD, COD, residu padat yang terbawa di air (suspended solid), dan juga zat amonia, dan lainnya.
  • Menghasilkan air olahan yang terbebas dari bakteri, kuman, dan virus agar tidak mengganggu lingkungan yang sesuai standar baku mutu dari pemerintah.

Beberapa Komponen dari Sewage Treatment Plant

Untuk dapat mengolah limbah domestik dengan efisien dan berkualitas, instalasi STP membutuhkan beberapa bagian atau komponen yang bekerja dengan maksimal. Beberapa komponen dari sewage treatment plant adalah:

  • Mesin blower yang dilengkapi motor penggerak, yang berfungsi untuk menyuplai oksigen ke bak aerasi yang digunakan untuk mengumpulkan limbah. Selain itu, bagian ini juga berguna untuk melakukan pembersihan air sisa sedimentasi (scum skimmer) dan juga membalikkan lumpur (sludge) dengan metode air lift.
  • Panel kontrol, yang digunakan untuk mengatur atau mengendalikan peralatan dan memastikan agar kinerja sewage treatment plant berlangsung tanpa gangguan. Panel ini dapat diakses oleh teknisi dari luar instalasi STP.
  • Pompa pemindah air, yang berfungsi untuk memastikan limbah cair yang ditampung pada bak aerasi dapat tersalurkan dengan sempurna tanpa adanya kebocoran. Oleh karena itu, pompa ini sangat penting pada proses pengolahan limbah domestik.
  • Peralatan sedimentasi, berguna untuk memindahkan sisa sedimentasi agar tidak terlalu lama menumpuk di dasar bak sedimentasi. Jika dibiarkan, sisa endapan tersebut dapat berfermentasi lalu mengapung. Jika sudah begini, scum skimmer tidak akan dapat mengatasi lumpur mengapung. Di sinilah peralatn sedimentasi bekerja.
  • Elektroda dan water level control (WLC), yang digunakan pada sistem float switch dan flow control pump agar tidak terbalik karena terapung. Bagian ini memastikan agar sistem tersebut tidak terbalik saat mengapung, karena bagian ini tidak akan menyala dalam kondisi terbalik.

Cara Merawat Sewage Treatment Plant

Setelah mengetahui cara kerja sewage treatment plant dan juga bagian-bagian di dalamnya, tentunya Anda juga perlu mengetahui cara untuk merawat sistem pengolahan limbah domestik tersebut. Beberapa cara tersebut meliputi:

  • Membersihkan grease trap dari lemak, karena jika lemak terlalu lama didiamkan akan mengeras dan menimbulkan bau. Anda disarankan untuk membersihkannya setiap hari, khususnya jika kapasitas limbah domestik yang dikeluarkan cukup banyak.
  • Periksa basket screen secara harian dari kotoran agar aliran limbah cair berlangsung lancar ke STP.
  • Mengangkut sisa lumpur atau sludge minimal setahun sekali (atau dua kali jika beban limbah lebih banyak).
  • Memeriksa bagian sewage treatment plant lainnya seperti pompa, gearbox, dan komponen lainnya yang sekiranya rentan terhadap kerusakan. Lakukan pemeliharaan dan pengecekan tersebut setidaknya tiga sampai 4 bulan sekali.
  • Mengecek kandungan air limbah ke Badan  Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) minimal tiga bulan sekali untuk memastikan agar hasil pengolahan limbah sudah sesuai standar baku mutu pemerintah.

FAQ Seputar Sewage Treatment Plant (STP)

1. Apa itu Sewage Treatment Plant (STP)?
Sewage Treatment Plant atau STP adalah sistem pengolahan air limbah domestik yang digunakan untuk mengolah limbah dari toilet, kamar mandi, dapur, dan aktivitas domestik lainnya. Proses pengolahan bertujuan mengurangi kandungan organik, padatan, serta kontaminan agar air hasil olahan lebih aman sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini sesuai dengan fungsi STP yang sudah dijelaskan dalam artikel ATD.

2. Apa fungsi utama Sewage Treatment Plant?
Fungsi utama STP adalah mengolah air limbah agar kandungan pencemar seperti BOD, COD, suspended solid, amonia, bakteri, kuman, dan kontaminan lainnya dapat dikurangi sebelum air dibuang ke lingkungan.

3. Limbah apa saja yang dapat diolah oleh STP?
STP umumnya digunakan untuk mengolah limbah domestik, seperti air dari toilet, kamar mandi, cucian, wastafel, dan kegiatan domestik lainnya. Karakteristik dan kapasitas STP perlu disesuaikan dengan jenis serta volume air limbah yang dihasilkan.

4. Apa perbedaan STP dan septic tank?
Septic tank terutama berfungsi sebagai tempat penampungan dan penguraian awal limbah toilet, sedangkan STP menggunakan proses pengolahan yang lebih lengkap untuk menurunkan kandungan pencemar dalam air limbah. Karena itu, STP lebih umum digunakan pada gedung, hotel, kawasan komersial, rumah sakit, dan fasilitas dengan volume limbah domestik yang lebih besar.

5. Apa perbedaan STP dan IPAL?
IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah merupakan istilah umum untuk sistem pengolahan air limbah. STP merupakan salah satu jenis IPAL yang secara khusus banyak digunakan untuk mengolah air limbah domestik. Jadi, STP dapat dikategorikan sebagai bagian dari sistem IPAL.

6. Bagaimana cara kerja Sewage Treatment Plant?
Secara umum, air limbah masuk ke sistem pengolahan dan melalui beberapa tahapan untuk mengurangi padatan serta bahan pencemar. Dalam sistem STP dapat digunakan proses aerasi, sedimentasi, pemindahan lumpur, dan proses pendukung lainnya sebelum air hasil olahan dikeluarkan. Artikel ATD sendiri menjelaskan penggunaan blower, pompa, peralatan sedimentasi, panel kontrol, serta water level control sebagai beberapa komponen penting sistem.

Kini, setelah Anda mengetahui pengertian, cara kerja sewage treatment plant, komponen, hingga cara perawatannya, harapannya Anda dapat lebih sadar mengenai pentingnya instalasi pengolahan limbah rumah tangga. Jika Anda mengelola kawasan pemukiman, hotel, atau gedung perkantoran dan belum menggunakan sistem STP, kami sarankan agar Anda mulai memasangnya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. 
Adika Tirta Daya pun siap membantu jika Anda membutuhkan jasa instalasi dan perawatan STP, dengan biaya yang kompetitif dan pilihan pembayaran pay for performance untuk memastikan kualitas dari limbah cair yang dikelola. Anda dapat menghubungi kami lewat laman berikut ini untuk selengkapnya. (Pradana)