3 Kriteria Air Kemasan Sehat

3 Kriteria Air Kemasan
Mengenali 3 kriteria air kemasan

Air kemasan – Anda tentunya setuju bahwa air minum sangatlah dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Bahkan menurut beberapa penelitian, manusia dapat hidup berminggu-minggu tanpa mengkonsumsi makanan, tetapi tidak dapat bertahan lebih dari 7 hari tanpa minum.

Hal tersebut dapat terlihat lewat contoh seperti yang terjadi pada Mahatma Gandhi, seorang tokoh anti kekerasan dari India yang bisa bertahan hingga 21 hari tanpa makan tetapi tetap membutuhkan cairan agar dapat bertahan hidup. Sehingga, kebutuhan air sehat sangatlah penting untuk konsumsi sehari-hari.

Salah satu bentuk air minum yang sering dikonsumsi adalah air kemasan, yang sangat memudahkan terutama jika Anda tidak sedang membawa tumbler untuk minum sehari-hari. Air minum dalam kemasan ini dapat ditemukan di hampir semua tempat perbelanjaan, mulai dari swalayan, pasar tradisional, hingga warung di sekitar pemukiman Anda.

Meskipun begitu, tidak semua air kemasan sehat untuk diminum, apalagi jika yang Anda pilih adalah brand yang belum terjamin kualitasnya. Oleh karena itu, sangat penting rasanya bagi Anda untuk mengetahui apa saja kriteria air kemasan berkualitas yang akan dikonsumsi. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Kriteria Fisik

Jika dilihat dari bentuk fisiknya, air kemasan berkualitas harus memenuhi beberapa syarat. Hal yang pertama adalah airnya tampak jernih dan bening tanpa disertai warna apapun. Seorang peneliti bernama Buckle KA melalui bukunya yang berjudul ‘Ilmu Pangan’ yang diterbitkan pada tahun 1987 juga menyebutkan bahwa air kemasan yang layak dikonsumsi tidak boleh memiliki kandungan bahan tersuspensi yang menjadikannya keruh.

Tidak hanya itu, air kemasan sehat juga harus memiliki suhu air di bawah suhu ruangan sekitarnya. Jadi, jika Anda menemukan air dalam kemasan yang bersuhu hangat, sebaiknya hindari memilihnya untuk dikonsumsi karena kandungan di dalamnya bisa jadi telah rusak. Selain itu, bisa jadi plastik kemasan yang digunakan tidak tahan panas yang dapat mencemari air yang akan Anda beli.

Di sisi lain, Anda juga harus memperhatikan kemasan air saat akan membelinya. Pastikan Anda membeli air dengan kemasan yang tidak penyok. Coba pula untuk mengangkat botol kemasan untuk memastikan agar tidak terjadi kebocoran, yang dapat mengubah kualitas air sehat yang akan dibeli.

Selain itu, kualitas air kemasan sehat juga dipengaruhi oleh proses pengolahan air yang dilakukan oleh pabrik produsennya. Biasanya ada 2 jenis air mineral berdasarkan cara pengolahannya, yaitu air mineral alami yang berarti air tersebut berasal dari alam atau air mineral saja yang merupakan hasil filterisasi berlapis dan ozonisasi untuk menjamin kualitasnya.

Untuk memastikan kualitasnya saat membeli, Anda juga dapat coba untuk mengocok air tersebut. Jika ternyata setelah dikocok muncul serat halus seperti kapas, Anda tidak disarankan untuk memilih botol air tersebut, karena hal ini membuktikan bahwa kualitas air telah menurun.

  • Kriteria Kimiawi

Kriteria air kemasan selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah zat yang terkandung di dalam air. Syarat utama dari air kemasan berkualitas adalah kandungan zat di dalamnya yang tidak kurang atau berlebih. Beberapa zat seperti mangan, klorida, besi, dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Perlu Anda ketahui, air kemasan sehat umumnya memiliki tingkat pH sekitar 7, yang berarti air tersebut bersifat netral dan memiliki kandungan asam dan basa yang seimbang. Jika setelah pengecekan ternyata pH menunjukkan angka di bawah 7, berarti air tersebut bersifat asam, sementara di atas 7 berarti air tersebut memiliki kandungan basa lebih tinggi.

Untuk dapat mengetahuinya, cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencoba untuk mencicipinya sedikit. Air yang memiliki pH asam akan terasa asam dan air dengan pH basa cenderung kesat dan sedikit pahit. Terkadang produsen air kemasan juga mencantumkan kadar pH pada kemasannya, jadi tidak ada salahnya Anda mengeceknya sebelum membeli.[1] 

  • Kriteria Biologi

Selain bentuk fisik dan kandungan kimianya, kriteria air sehat dalam kemasan yang layak dikonsumsi juga harus memenuhi kriteria biologi yang disarankan para ahli kesehatan. Kriteria ini juga disebut dengan kriteria bakteriologis, karena berhubungan dengan kandungan bakteri yang ada di dalam air kemasan.

Perlu Anda ketahui, air yang mengandung bakteri patogen sangat berbahaya untuk tubuh manusia. Oleh karena itu, air kemasan sehat haruslah bebas dari kandungan tersebut. Bakteri ini memang tidak bisa diketahui hanya dengan melihat saja, karena hanya dapat dilihat melalui uji laboratorium. Cara paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah dengan memilih air kemasan sehat yang telah memiliki sertifikat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah mengetahui beberapa kriteria air kemasan yang layak untuk dikonsumsi, kini Anda sudah jadi lebih paham bahwa kualitas air tidak semuanya sama. Dengan kesadaran yang dimiliki masyarakat akan topik ini, harapannya nanti tidak ada lagi kasus kesehatan yang berkaitan dengan air sehat. Sudah saatnya kita lebih mengenal peduli dengan air yang dikonsumsi. (Pradana)


Tinggalkan Balasan