Apakah Air Jernih Bebas dari Bakteri? Belum tentu! Simak infonya.

 

Kebutuhan kita selama hidup tak lepas dengan yang namanya air. Air merupakan sumber kebutuhan kita dalam beraktifitas. Mulai dari konsumsi, mandi, mencuci, dan sebagainya, dengan begitu bisa dibilang kehidupan kita sangat bergantung pada air.

Akan tetapi bagaimana jadinya kalau air yang kita gunakan sehari-hari mengandung bakteri?

Tentu saja yang namanya bakteri tidak selamanya jahat dan merugikan. Karena tubuh kita juga butuh bakteri untuk memulihkan dan mengatur sistem di usus kita, membantu pembentukan dari enzim laktase, sebagai pelindung sistem imun, dan lain-lain.  Yang harusnya kita antisipasi adalah apabila air yang kita gunakan sehari-hari mengandung bakteri jahat yang nantinya akan menimbulkan kerugian pada tubuh kita.

UNICEF (United Nations Children’s Fund), sebuah organisasi yang mengatasi beberapa masalah salah satunya penyebaran penyakit. UNICEF mencatat lebih dari 4000 anak-anak meninggal karena bakteri yang terkandung dalam air yang di konsumsi sehari-hari.

Sedangkan air jernih yang sering kita konsumsi maupun kita gunakan sehari-hari sebagian besar berasal dari air tanah dan air PAM.

Lalu darimana asalnya bakteri maupun kuman yang terdapat pada air yang kita gunakan?

Bisa saja bakteri atau kuman tersebut datang dari pencemaran air yang sudah banyak terjadi pada sumber-sumber air yang terdapat pada daerah kita. Bakteri-bakteri tersebut lalu menetap dan berkembang di air yang selama ini kita gunakan. Terlebih karena ukuran bakteri atau kuman tersebut tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang tanpa menggunakan mikroskop, pastinya sulit bagi kita melihat apakah air yang kita gunakan baik atau tidak untuk dikonsumsi.

Akibatnya kita tidak tau, apakah air yang sehari-hari kita gunakan baik atau tidak bagi tubuh kita. Karena air yang jernih sekalipun tidak akan menjamin apakah air tersebut baik untuk di konsumsi.

Seperti halnya ketika di Negara lainnya dengan teknologi yang sudah maju, beberapa diantaranya  meminum air langsung tanpa adanya proses memasak terlebih dahulu. Akan tetapi hal itu tidaklah menjamin kualitas air tersebut menjadi bagus, karena air yang di alirkan menggunakan pipa besi dimana pipa tersebut bisa terdapat kandungan material besinya, dan akan masuk langsung ke dalam tubuh ketika kita meminumnya tanpa adanya proses pemasakan.

Lalu, bagaimana kita bisa mengkonsumsi air di daerah ibu kota dimana sungai-sungainya sudah banyak yang tercemar?

Ada diantaranya yang masih menggunakan air tanah ada juga yang menggunakan air PAM. Baik air tanah maupun air PAM sebaiknya air dimasak terlebih dahulu untuk dikonsumsi. Karena kandungan yang terdapat pada air tersebut dengan adanya suhu yang panas ketika dimasak dapat membunuh bakteri, kuman, telur cacing bahkan virus yang terdapat pada air tersebut. 

Selama air jernih tersebut tidak dikonsumsi langsung, anda bisa menggunakannya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya, dan bagi anda yang ingin mengonsumsinya disarankan untuk dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan bakteri atau kuman yang terdapat pada air tersebut.

Tinggalkan Balasan