Mengatasi Kualitas Air Karena Daya Serap Tanah yang Berubah

  • Post Author:
  • Post Category:Blog
  • Post Comments:0 Comments

Kualitas Air  – Sudah banyak sekali bahasan tentang krisis air yang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini memiliki dampak yang sangat besar, khususnya terhadap perubahan kualitas airdi dalam tanah. Perlu Anda ketahui, saat ini penyerapan air di tanah terbantu karena adanya tanaman yang memiliki bulu akar dengan selalu terendamnya air di dalam tanah.

Melalui proses ini, nantinya air akan berdifusi masuk dalam dinding sel ruang bebas melalui membran plasma yang terdapat di dalam tumbuhan. Oleh karena itu, daya serap air sangat dipengaruhi dengan jumlah tumbuhan yang ada, karena dapat membantu transportasi air di dalam tanah melalui proses osmosis.

Kasus penurunan daya serap ini juga sudah cukup banyak terjadi. Contohnya seperti yang dialami oleh warga Pangandaran di Jawa Barat pada bulan Januari 2020 yang lalu. Di wilayah tersebut telah terjadi pembalakan liar terhadap 13 hektar lahan yang menyebabkan tidak ada lagi tumbuhan yang mampu menahan air di dalam tanah. Alhasil, pemerintah terkait bersama dengan warga menanami kembali wilayah yang telah gundul tersebut dengan 1.000 tanaman untuk mengembalikan daya serap air.

Selain itu, ada pula beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan perubahan kualitas air yang diakibatkan oleh adanya kerusakan tanah, yaitu:

  • Pencemaran limbah domestik, yang umumnya berasal dari pasar, kawasan perhotelan, dan juga pemukiman penduduk.
  • Pencemaran limbah cair, yang berasal dari sisa pengolahan pabrik seperti oli, deterjen, dan cairan kimia lainnya.
  • Penebangan hutan, yang menyebabkan terjadinya erosi tanah yang berujung pada penurunan daya serap air yang signifikan.
  • Kegiatan pertambangan, yang menyebabkan kerusakan sangat besar terhadap struktur permukaan tanah
  • Pengolahan lahan pertanian sembarang, contohnya dengan membuat lahan terasering yang tidak sesuai dengan kaidah pengolahan tanah yang benar.

Oleh karena itu, dibutuhkan langkah yang cukup drastis agar perubahan kualitas airdapat dikurangi, sehingga seluruh masyarakat di Indonesia tidak lagi mengalami krisis air yang membawa dampak yang sangat besar, baik dari segi ekonomi, kesehatan, maupun sosial.

Sebenarnya ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan, baik di lingkungan tempat tinggal Anda sendiri ataupun di lingkup area pekerjaan Anda, untuk mengembalikan kualitas air akibat daya serap tanah yang berubah. Langkah-langkah tersebut pun dapat dikatakan cukup sederhana dan dapat dimulai dari lingkungan terdekat Anda, seperti:

  1. Menyuling Air dengan Sistem Reverse Osmosis

 Dengan memanfaatkan teknologi Reverse Osmosis, Anda tidak perlu khawatir jika terjadi perubahan kualitas air di rumah. Melalui beberapa filterisasi yang dilakukan, Anda dapat menghasilkan air minum sendiri tanpa perlu khawatir harus mencari sumber air dengan kualitas yang baik. Sehingga, keluarga pun menjadi lebih sehat dan terhindar krisis air.

  • Menyediakan Sumur Resapan (Recharge Well)

 Cara lain yang disebut tidak kalah efektif untuk memperbaiki kualitas air adalah dengan membuat sumur resapan di sekitar pemukiman. Dengan membuat sumur resapan tersebut, Anda dapat mengembalikan air tanah yang sebelumnya terkuras akibat aktivitas manusia dan menghindari krisis air yang mengintai. Selain itu, pembangunan Recharge Well juga dipercaya dapat mengembalikan volume air hingga 90% dalam 5 tahun saja.

  • Pengecekan Pipa Air secara Berkala

Walaupun terlihat remeh, tapi pipa air yang bocor juga dapat menjadi faktor terjadinya perubahan kualitas air di rumah Anda. Dengan melakukan pengecekan secara berkala, Anda dapat segera melakukan perbaikan jika ternyata ada kerusakan yang dapat mengubah rasa dan warna air.

  • Memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah

Jika Anda termasuk dalam pelaku industri tertentu, cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kualitas air yang berkurang adalah dengan memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sisa limbah cair bisa diolah kembali untuk dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, sehingga perusahaan tidak perlu lagi mencari sumber air tambahan. Selain itu, air yang telah diolah tersebut juga dapat dialirkan kepada masyarakat untuk kebutuhan konsumsi dan pertanian. Jika Anda memiliki perusahaan yang membutuhkan instalasi ini, Adika Tirta Daya dapat membantu untuk pemasangan dan perawatannya. Dengan demikian, tentu saja Anda akan memenuhi aturan pemerintah terkait cara pembuangan limbah dan pemenuhan standar baku mutu air.

  • Berkebun di Sekitar Rumah

Tentunya Anda bertanya-tanya, bagaimana caranya berkebun dapat mengembalikan kualitas air? Caranya adalah dengan menanam beberapa tanaman yang dapat membantu air kembali seperti semula pada sumber air di sekitar pemukiman Anda. Contohnya seperti Eceng Gondok, yang dikenal dapat menetralisir air yang tercampur logam berat sisa limbah industri. Selain itu, dengan berkebun Anda dapat mengembalikan kemampuan tanah untuk menyerap air, sehingga volume air tanah dapat kembali bertambah.

Itulah tadi beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk turut andil mengembalikan kualitas air ketika daya serap tanah sudah semakin berkurang. Dengan mempraktikkan beberapa kegiatan di atas, bukannya tidak mungkin Anda dan juga masyarakat di sekitar lingkungan Anda dapat menjadi agen perubahan agar tidak ada lagi krisis air di masa depan. Mari bergerak bersama-sama, demi air untuk masa depan! (Pradana)

Tinggalkan Balasan