Kenali Syarat Baku Mutu Air Limbah Sesuai Aturan Pemerintah

  • Post Author:
  • Post Category:Blog
  • Post Comments:0 Comments

Tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang keberadaan gedung-gedung di Indonesia memiliki pengaruh terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat berdirinya gedung tersebut. Meskipun tidak seluruhnya, pada gedung besar dalam kegiatannya memiliki kemungkinan dapat memberikan dampak negatif untuk lingkungan karena akan menghasilkan air limbah domestik.  Akan tetapi pemilik gedung dan pihak operasional (teknisi) masih banyak yang belum memahami pengertian mengenai air limbah domestik dan baku mutu air limbah domestik sesuai dengan peraturan pemerintah, serta cara pengolahannya yang tepat.

Ketentuan air limbah domestik ini diatur dalam PP No. 68/Menlhk-Setjen/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Apa yang dimaksud dengan air limbah domestik dan baku mutu air limbah domestik? Berikut pengertian dari air limbah domestik dan baku mutu air limbah domestik  sesuai peraturan pemerintah di atas : 

  1. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari aktivitas hidup sehari-hari manusia yang berhubungan dengan pemakaian air.
  2. Sedangkan baku mutu air limbah domestik adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemaran dan atau jumlah unsur pencemar yang di tenggang keberadaanya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam sumber air dari suatu usaha dan atau kegiatan.

Dari penjelasan di atas maka para pemilik gedung dan pihak operasional (teknisi) wajib memahaminya dan dapat mengimplementasikan dengan baik, apalagi hal ini juga merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap usaha atau kegiatan yang menghasilkan air limbah domestik.  

Dalam pemenuhan kewajiban standar baku mutu air limbah domestik pada gedung komersial, pemilik gedung dan pihak operasional (teknisi) tidak hanya perlu memahami tentang baku mutu air limbah domestik saja tapi harus memahami syarat – syarat baku mutu air limbah domestik agar dapat mencapai hasil yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Berikut beberapa persyaratan yang dapat menjadi acuan untuk tercapainya standar baku mutu air limbah domestik:

  1. Diolah tersendiri, tidak digabung dengan air limbah dari kegiatan lainnya
  2. Diolah secara terintegrasi, digabung dengan air limbah dar kegiatan lainnya, menggunakan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
  3. Melakukan pemantauan secara rutin untuk mencapai standar baku yang sesuai
  4. Memastikan atau menjamin seluruh air limbah domestik yang dihasilkan telah masuk  ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
  5. Memastikan IPAL dan saluran air limbah domestik kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah domestik ke lingkungan
  6. Memisahkan antara saluran pengumpulan air limbah domestik dengan saluran air hujan
  7. Memaksimalkan pengoalahan air limbah domestik agar mutu air limbah domestik yang dibuang ke sumber air tidak melampui baku mutu air limbah domestik
  8. Tidak melakukan pengenceran air limbah domestik ke dalam aliran buangan air limbah domestik
  9. Menetapkan titik penataan (jalur buang kota) dan titik kordinat untuk pengambilan uji air limbah domestik
  10. Memasang watermeter pada titik penataan (jalur buang kota)
  11. Menyajikan hasil pemantauan secara tertulis, meliputi jumlah air yang diproses, debit, PH, dan hasil analisis laboratorium bulanan
  12. Melaporkan hasil pemantauan per tiga bulan
  13. Setiap gedung komersial wajib memliki prosedur teknis IPAL dan tanggap darurat IPAL
  14. Jika terjadi pencemaran yang diakibatkan kondisi tidak normal, harus melapor dan menyampaikan kegiatan penanggulangn pencemaran kepada bupati/walikota

Lalu bagaimana cara agar persayaratan tersebut terpenuhi? Simak cara-cara berikut:

  1. Jika memiliki tim yang memahami teknis IPAL, dapat menerapkannya secara mandiri
  2. Jika tidak memiliki tim yang memahami Teknik IPAL, dapat menggunakan vendor penyedia jasa pengolahan air limbah
  3. Pilih vendor yang memahami teknis dan memiliki treatment yang sesuai dengan kebutuhan
  4. Siapkan lokasi pengolahan air limbah, karena sudah ada vendor yang memberikan layanan pembuatan desain IPAL
  5. Dapat memilih sistem investasi, sehingga memudahkan penerapan IPAL
  6. Dapat berhemat dengan sistem pay for performance

              Dengan memahami syarat dan cara memenuhi syarat baku mutu air limbah, maka akan lebih mudah untuk menerapkan pengolahan air limbah yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk memilih vendor yang memudahkan, dapat membantu membuat desain dan mengedepankan kualitas sebagai jaminan.

Leave a Reply